Media Transmisi Jaringan

Akhirnya jadi juga posting Media transmisi jaringan, setelah bahan yang akan di posting hilang karena kompie nge hang trus belom di save😦. trus kompie pake deepfreeze jadi ngga bisa restore😦.

Media transmisi jaringan atau  media penghubung jaringan dibagi 2

1.      Kabel
A.     Coaxial
–  Thick Coaxial
–  Thin Coaxial
B.     Twisted Pair
–   STP (Shielded Twisted Pair)
–  UTP (Unishielded Twisted Pair)
C.     Fiber Optic
2.    Non Kabel
A.    Gelombang Radio
B.     Gelombang Micro High
Media Transmisi Jaringan

1.      Kabel

Kabel Merupakan media penghubung yang paling banyak digunakan pada Jaringan Komputer saat ini karena biaya nya yang paling murah hanya dengan biaya 3500-5000 rupiah/meter sudah dapat  membangun jaringan.

Topologi Jaringan Jenis kabel yang umum digunakan
Topologi Bus : Coaxial, twisted pair, fiber optic
Topologi Ring : Twisted pair, fiber
Topologi Star : Twisted pair, fiber

Ada beberapa macam kabel yang digunakan dalam membangun jaringan komputer, yaitu :

A.      Coaxial

Kabel Coaxial ini udah jarang dipake kayanya di masa kini karena dengan berbagai problematikanya. mulai dari  kecepatan pengiriman data dan lain-lain.  Coaxial adalah kabel dengan inti tembaga dan dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lain, di antaranya terdapat isolator.

Dikenal dua jenis tipe coaxial cable untuk jaringan komputer, yaitu thick coaxial cable (berdiameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (berdiameter lebih kecil). Untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipakai adalah kabel RG-58. Jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet. Setiap perangkat dihubungkan dengan konektor BNC.

–  Thick Coaxial (besar)

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5,  dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.

Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut :

  • Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
  • Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
  • Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
  • Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
  • Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
  • Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
  • Setiap segment harus diberi ground.
  • Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
  • Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

–   Thin Coaxial (kecil)  –

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.

Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :

  • Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
  • Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
  • Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices).
  • Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
  • Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
  • Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
  • Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
  • Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).

B.     Kabel Twisted Pair

Kabel Twisted Pair terbagi dua jenis yaitu Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dan Kabel STP (Shielded Twisted Pair).

  • Kabel UTP

Kabel ini sering disebut kabel IBM tipe 3. Kabel ini umum digunakan untuk kabel telepon. Kabel ini sensitive terhadap interferensi. Untuk melindunginya dari interferensi, impedansi dan tahanan konsisten, kabel diputus atau dijalin enam kali per inci. Jenis kabel ini cukup murah, mudah dipasang, dan bias bekerja untuk jaringan yang kecil.

Kabel UTP mempunyai 8 kabel. Dalam penyusunannya mempunyai 2 fungsi, yang pertama digunakan untuk Straight (LaN Card ke Switch/HUB) dan Cross Link (PC ke PC, Switch ke Switch)

Pengkabelan memiliki 2 standard, yaitu : EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B, Bila ingin menggunakan   straight maka kedua ujung RJ 45 menggunakan susunan EIA568B,  dan jika ingin menggunakan Cross linksatu RJ 45 menggunakan EIA/TIA 568A dan ujung satunya menggunakan EIA568B.

Straight digunakan apabila hubungan kabel menggunakan Switch/HUB. Untuk aturan secara Internasional  adalah sbb

No Warna Kabel No Warna Kabel
1 Putih Orange 1 Putih Orange
2 Orange 2 Orange
3 Putih Hijau 3 Putih Hijau
4 Biru 4 Biru
5 Putih Biru 5 Putih Biru
6 Hijau 6 Hijau
7 Putih Coklat 7 Putih Coklat
8 Coklat 8 Coklat
Kabel 1 Kabel 2

Sedangkan kabel Cross Link digunakan apabila Kabel UTP tidak menggunakan HUB. atau PC ke PC

No Warna Kabel No Warna Kabel
1 Putih Orange 1 Putih Hijau
2 Orange 2 Hijau
3 Putih Hijau 3 Putih Orange
4 Biru 4 Biru
5 Putih Biru 5 Putih Biru
6 Hijau 6 Orange
7 Putih Coklat 7 Putih Coklat
8 Coklat 8 Coklat
Kabel 1 Kabel 2

Kabel UTP terbagi oleh beberapa tipe kategori

1.   Type CAT 1 UTP Analog

(untuk koneksi suara, biasanya digunakan di perangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated service digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon)

2.   Type CAT 2 UTP Up to 1 Mbits

Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps, dan sering digunakan pada topologi token ring,

3.   Type CAT 3 UTP, STP 16 Mbits data transfer

Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.

Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3 dimulai dengan “putih/biru” sebagai pasangan pertama dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel.

4.   Type CAT 4 UTP, STP 20 Mbits data transfer

Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps , biasanya digunakan pada topologi token ring

5. Type CAT 5 100 Mbits data transfer / 22 dbType CAT 5enhanced UTP, STP 1 Gigabit Ethernet up to 100 meters – 4 copper pairs

Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.

CAT5E
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.

Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps, kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada Fast Ethernet 100Mbps.

6.   Type CAT 6 Up to 155 MHz or 250 MHz 2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db (Gigabit Ethernet)

Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.

7.   Type CAT 7 Up to 200 MHz or 700 Mhz Giga-Ethernet / 20.8 db(Gigabit Ethernet)

Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi.

  • Kabel STP

Jenis ini lebih besar di bandingkan dengan Jenis Unshielded Twisted Pair dan diselubungi lapisan pelindung isolasi untuk mencegah interferensi. Nama lain dari kabel ini adalah IBM type 1

C.    Kabel Fiber Optic

Kabel Fiber optic ini adalah jenis kabel yang mempunyai kecepatan transmisi data yang sangat tinggi (paling cepat dari semua jenis kabel yang ada sekarang). Hasil pengiriman datanya juga sangat reliable (dapat dipercaya). Kabel optic terbuat dari serat kaca dengan teknologi tinggi. Fiber optic digunakan pada jaringan backbone (tulang punggung) karena dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini. Saat sekarang ini sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena fiber optic menggunakan bias Cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya makanya udah pasti cepetnya. Tapi yang bikin nangis bomBay itu biayanya yang MuaaHaaalll karena butuh alat khusus dalam pembangunannya.

Untuk penyambungan kabel fiber optik dibutuhkan alat khusus yang bernama FUSION SPLICER alat ini yang digunakan untuk menyambung dua ujung fiber optic dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi, alat ini dilengkapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung dua sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar2 bersih (biasanya digunakan alcohol 95% dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas) karena apabila ada kotoran sedikit saja maka FUSION SPLICER tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk

2.   Non Kabel (Media Komunikasi Non Kabel akan di posting nanti😀, )

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: